PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) baru saja melakukan transaksi besar dengan menjual 90 persen saham entitas usahanya yang bergerak di bidang kelistrikan. Saham tersebut berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dioperasikan oleh PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL). Pembeli saham ini adalah PT Kalibiru Sulawesi Abadi (KSA).
KSA adalah perusahaan yang memiliki hubungan dengan Hilmi Panigoro dan Benny Setiawan, yang baru saja membeli dua aset PLTU dari TOBA. Sebelumnya, TOBA memiliki 90 persen saham MCL melalui anak usahanya, yaitu PT Toba Bara Energi (TBA).
Direktur TBS Energi Utama, Alvin Firman Sunanda, mengungkapkan bahwa transaksi ini telah selesai dilaksanakan dan ditandatangani pada 5 Maret 2025. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ia mengatakan, "Bersama ini kami sampaikan bahwa transaksi MCL telah selesai dilaksanakan berdasarkan Akta Pengalihan Saham yang telah ditandatangani oleh TBAE selaku Penjual dan KSA selaku Pembeli."
Pelepasan saham ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham TOBA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang diadakan pada 14 November 2024. Manajemen TOBA juga menegaskan bahwa transaksi pengalihan saham ini tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perusahaan.
Transaksi ini menunjukkan langkah strategis TOBA dalam mengelola portofolio usahanya, terutama di sektor energi. Dengan langkah ini, TOBA berharap dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan berfokus pada proyek-proyek lainnya yang lebih menguntungkan.
Dengan adanya perubahan pemilik saham ini, diharapkan PT Kalibiru Sulawesi Abadi dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan dan operasional PLTU Sulut-3.
PT TBS Energi Utama PLTU saham Kalibiru Sulawesi Abadi