TNI Angkatan Udara (AU) mengadakan Pelatihan Dangerous Goods Handling pada tanggal 17 hingga 21 Maret 2025 di DPPU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan standar keselamatan terbang dan kerja di lingkungan TNI AU.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara TNI AU dan PT Pertamina Patra Niaga. Pelatihan ini melibatkan 10 perwakilan dari berbagai Lanud dan Skadron Udara. Beberapa di antaranya adalah Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Manuhua Biak, Lanud Silas Papare Jayapura, Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Lanud J.A. Dimara Merauke, serta Skadron Udara 31, 32, 33, 6, dan 8.
Pelatihan ini sejalan dengan tekad TNI AU AMPUH, yang berarti Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis. Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi personel dalam menangani barang berbahaya sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional.
Kepala Dinas Materiel Angkatan Udara (Kadismatau) Marsma TNI R. Moch. Rosyidi, S.I.P., M.M., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sesdismatau Kolonel Kal Edi Siswoyo, S.E., M.M., menegaskan pentingnya pemahaman yang baik tentang penanganan barang berbahaya. "Hal ini merupakan aspek fundamental dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan dan keselamatan kerja di lingkungan TNI AU," ujarnya.
Lebih lanjut, Kadismatau menjelaskan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan dan keterampilan teknis kepada personel dalam menangani barang berbahaya dengan aman dan efektif. "Peserta diharapkan bisa menerapkan standar keselamatan yang ketat, sesuai dengan regulasi ICAO dan IATA, guna mendukung kelancaran misi penerbangan TNI AU," tambahnya.
Dengan adanya pelatihan ini, TNI AU berharap dapat meningkatkan keselamatan penerbangan serta memastikan bahwa semua personel siap dan terlatih dalam menangani situasi yang melibatkan barang berbahaya.
TNI AU pelatihan barang berbahaya keselamatan penerbangan Halim Perdanakusuma