Seorang mahasiswi asal Turki bernama Rumeysa Ozturk saat ini ditahan di Louisiana, meskipun seorang hakim telah memerintahkan agar dia tidak dideportasi dari negara bagian tersebut. Hal ini disampaikan oleh pengacaranya.
Rumeysa, yang merupakan mahasiswa doktoral di Universitas Tufts, ditangkap oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) saat berjalan di Massachusetts pada hari Rabu. Penangkapannya diduga berkaitan dengan pandangan pro-Palestina yang ia ungkapkan. Saat ini, ia ditahan di South Louisiana Processing Center.
Video menakutkan dari insiden tersebut menunjukkan seorang pria mendekati Rumeysa saat ia sedang berbicara di telepon dengan ibunya. Pria tersebut kemudian meraih pergelangan tangannya. Lima agen lainnya mengelilinginya, mengambil ranselnya, dan memborgolnya sebelum membawanya pergi. Dalam video tersebut, Rumeysa yang tampak ketakutan terdengar berteriak bahwa ia tidak melakukan kesalahan.
Menurut laporan dari Boston Globe, para tetangga di lokasi kejadian melihat mobil tanpa tanda yang mengawasi area tersebut selama dua hari sebelum penangkapannya.
Rumeysa Ozturk bekerja sebagai asisten peneliti dan sedang menjalani program PhD di departemen studi anak dan perkembangan manusia di Universitas Tufts. Sebelumnya, ia meraih gelar magister dari Teachers College Universitas Columbia dan lulus dari program psikologi perkembangan dengan fokus pada media anak pada tahun 2020.
Ia juga merupakan penerima beasiswa prestisius Fulbright Scholar, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman timbal balik antara masyarakat Amerika Serikat dan masyarakat negara lain.
Rumeysa Ozturk mahasiswa imigrasi Louisiana pro-Palestina