Dalam perkembangan terbaru di dunia bisnis, dua perusahaan besar, BlackRock dari Amerika Serikat dan Mediterranean Shipping Company (MSC) yang dimiliki oleh keluarga Italia, telah membentuk aliansi yang kuat. Mereka baru saja menandatangani kesepakatan senilai $22,8 miliar untuk mengambil alih 43 pelabuhan yang sebelumnya dimiliki oleh CK Hutchison, sebuah konglomerat yang terdaftar di Hong Kong.
Kesepakatan ini berlangsung pada bulan Maret dan menarik perhatian banyak orang karena memberi BlackRock dan MSC kontrol atas dua pelabuhan yang terletak di kedua ujung Terusan Panama, sebuah jalur perairan strategis yang pernah menjadi perhatian Presiden AS, Donald Trump. Trump pernah mengancam untuk mengambil alih terusan ini untuk mengurangi pengaruh China di belahan barat dunia.
Namun, dampak dari kesepakatan ini lebih luas dari sekadar Panama. Pemerintahan Trump sedang berusaha untuk mengurangi pengaruh Beijing terhadap rantai pasokan global, dan kini Timur Tengah juga terjebak dalam persaingan ini.
Melalui kesepakatan ini, BlackRock dan MSC akan mengambil alih 12 pelabuhan yang terletak di pantai-pantai strategis mulai dari UAE dan Oman hingga Iraq dan Mesir. Pertumbuhan infrastruktur China di Timur Tengah melalui Belt and Road Initiative atau BRI memang sudah banyak dicatat. Untuk beberapa kalangan, kesepakatan ini menjadi sinyal awal bagaimana pemerintahan Trump mungkin akan merespons situasi ini.
Namun, kesepakatan antara Hutchison, BlackRock, dan MSC ini lebih kompleks daripada yang terlihat. Prosesnya berlangsung di luar jalur diplomatik, pemikir kebijakan, kekuatan asing, dan bahkan bankir investasi tradisional yang biasanya terlibat dalam transaksi semacam ini. Secara keseluruhan, kesepakatan pelabuhan ini ditandatangani oleh orang-orang kaya, menekankan bagaimana perusahaan global dan tokoh industri bersiap untuk menghadapi sistem perdagangan yang lebih tidak terduga dan nasionalis.
BlackRock MSC pelabuhan Timur Tengah Li Ka-shing