Konsep drive kematian adalah salah satu inovasi paling kontroversial yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, seorang tokoh terkenal dalam dunia psikoanalisis. Menurut Freud, setiap makhluk hidup memiliki dorongan mendasar untuk mati. Dia percaya bahwa kekuatan ini mempengaruhi kehidupan setiap manusia dan sering kali bertentangan dengan dorongan seksual (yang bertujuan untuk reproduksi) dan dorongan ego (yang bertujuan untuk mempertahankan diri).
Dalam bukunya yang berjudul Beyond the Pleasure Principle, Freud menulis, "Tujuan dari semua kehidupan adalah kematian." Pandangan ini telah menjadi bahan perdebatan di kalangan para psikoanalis. Banyak yang sepenuhnya menolak gagasan ini, sementara yang lain, termasuk Freud di karya-karya selanjutnya, menguranginya menjadi kecenderungan untuk beragresi.
Sementara itu, teori psikoanalisis Lacanian mempertahankan konsep ini dengan cara yang sangat berbeda. Bagi Freud, drive kematian berkaitan dengan penghilangan rangsangan. Menurutnya, menjadi tidak bernyawa adalah pencapaian tertinggi dari prinsip kesenangan, yaitu mencapai keadaan tanpa ketegangan. Namun, dalam teori Lacanian, drive kematian justru menggambarkan kecenderungan kita untuk mengejar, mempertahankan, dan meningkatkan rangsangan, bukan menghilangkannya.
Oleh karena itu, drive kematian tidak ada hubungannya dengan keinginan harfiah untuk mati, dan bukan pula dorongan 'destruktif' itu sendiri. Sebaliknya, seperti yang dinyatakan oleh Derek Hook, drive ini berkaitan dengan "keinginan untuk hidup—kehidupan yang melebihi kehidupan"—yang mendorong kita melampaui kesenangan dan pengendalian diri, melampaui batas-batas yang dapat diterima secara sosial dan dipahami, serta melampaui batas-batas tubuh dan kesejahteraan kita sendiri.
Kita juga harus memahami bahwa drive kematian bukanlah aspek biologis bawaan dari semua makhluk hidup. Sebaliknya, ini adalah sesuatu yang sangat manusiawi. Drive ini berkaitan dengan kelebihan yang muncul dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial, sebagai individu yang berbicara. Ini mengekspresikan ketidakmungkinan kita untuk sepenuhnya menyesuaikan diri: bukan kematian sebagai tujuan hidup, melainkan kehidupan di tengah-tengah dan melawan penindasan.
drive kematian Freud Lacan psikoanalisis psikologi