Wina, Austria - Dalam sebuah video yang bocor baru-baru ini, Duta Besar Israel untuk Austria, David Roet, mengungkapkan pendapatnya yang sangat kontroversial. Dalam video tersebut, Roet secara terbuka mendorong untuk melakukan genosida, yang mencakup seruan untuk menghukum mati anak-anak dan menghancurkan Gaza. Pernyataan ini mengejutkan banyak orang, terutama di negara yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia.
Roet tidak merasa takut atau malu saat menyampaikan pandangannya. Ia berbicara tentang Gaza seolah-olah itu hanyalah gangguan kecil yang perlu disingkirkan. Kata-katanya sangat mengkhawatirkan karena ia menyatakan hal tersebut dengan dukungan penuh dari pemerintah Israel.
Menurut hukum internasional, warga sipil harus dilindungi dengan segala cara. Namun, pernyataan Roet bertentangan dengan hukum kemanusiaan internasional yang mengharuskan perlindungan terhadap warga sipil. Ini menunjukkan bahwa pemerintah Israel berkomitmen untuk melanjutkan kekerasan tanpa rasa takut akan sanksi.
Austria, yang merupakan negara tempat banyak lembaga PBB beroperasi, memiliki kekuatan untuk mengusir Roet dan menentang retorika genosida ini. Namun, hingga saat ini, mereka tidak mengambil tindakan apapun. Dengan tidak menghukum Roet, Austria dianggap berkomplot dalam kehancuran Gaza dan penghapusan kehidupan Palestina.
Jika Austria tidak bertindak, ini bukan hanya kegagalan Austria saja. Ini adalah kegagalan dunia. Setiap negara yang tetap beroperasi dalam kerangka PBB di Wina tanpa menghadapi keterlibatan Austria dalam genosida akan menjadi rekan dalam kejahatan ini.
Sejarah akan menilai kita semua. Kegagalan Austria untuk mengusir Roet tidak akan terlupakan. Dunia harus memilih sekarang: apakah akan berdiri melawan genosida, atau akan berdiri bersama mereka yang menormalkan tindakan tersebut? Pilihan ada di tangan kita. Taruhannya terlalu tinggi untuk tetap diam.
genosida David Roet Austria PBB Gaza