Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Jerman Desak Respons Kuat Uni Eropa Terhadap Tarif Mobil AS

Jerman, dalam kepemimpinan yang akan segera berakhir, mengingatkan Uni Eropa untuk memberikan respons yang tegas terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengenakan tarif 25% untuk semua mobil yang diimpor ke AS. Keputusan ini diumumkan pada hari Rabu dan akan mulai berlaku pada 2 April.

Chancellor Jerman yang sedang menjabat, Olaf Scholz, menyatakan, "Keputusan Presiden Trump salah. AS telah memilih jalan yang hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu, sementara tarif dan isolasi justru merugikan kesejahteraan semua pihak."

Tarif ini diperkirakan akan memberikan tekanan besar terhadap produsen mobil Jerman. Tiga produsen mobil terbesar, yaitu BMW, Mercedes-Benz, dan Audi, menyuplai hampir tiga perempat ekspor otomotif Uni Eropa ke Amerika Serikat.

Robert Habeck, wakil kanselir dan menteri ekonomi Jerman, menegaskan bahwa Eropa tidak boleh mundur. "Kami harus menunjukkan kekuatan dan percaya diri. Kami tidak akan menyerah pada AS," katanya dalam pernyataan resmi.

Negara-negara seperti Meksiko, Jepang, dan Korea Selatan, bersama dengan Kanada, menyuplai sekitar 75% dari semua mobil yang diimpor oleh AS. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengecam tarif baru ini sebagai "serangan langsung" terhadap pekerja Kanada.

Sementara itu, Meksiko berusaha untuk memastikan bahwa ekspor mereka ke AS mendapatkan tarif yang lebih rendah dibandingkan negara lain. Menteri Ekonomi Meksiko, Marcelo Ebrard, mengatakan, "Jika kita harus menghadapi sistem tarif yang setinggi itu, maka yang perlu kita lakukan adalah mencari perlakuan istimewa untuk Meksiko."

Trump mengklaim bahwa tarif mobil ini bertujuan untuk melindungi bisnis di AS dan meningkatkan produksi domestik. Keputusan ini mendapatkan reaksi yang beragam dari berbagai negara dan memperlihatkan ketegangan yang meningkat dalam hubungan perdagangan internasional.

library_books Dwnews