Beberapa mantan anggota Wehrbeauftragte Jerman mendukung kembalinya wajib militer. Mereka berpendapat bahwa tanpa adanya wajib militer yang diperbarui, Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr tidak akan dapat berkembang menjadi lebih besar, lebih kuat, dan lebih siap untuk bertugas. Salah satu tokoh yang menyuarakan pendapat ini adalah Hans-Peter Bartels, mantan anggota dari Partai SPD, yang menyatakan hal ini dalam sebuah wawancara dengan "Tagesspiegel".
Sejak tahun 2011, Jerman telah menghentikan wajib militer. Saat ini, dalam pembicaraan koalisi antara partai CDU, CSU, dan SPD, terdapat perdebatan mengenai apakah wajib militer perlu dihidupkan kembali dan dalam bentuk apa. Banyak media melaporkan tentang perdebatan ini dan bagaimana hal itu akan berpengaruh pada kebijakan pertahanan negara.
Sementara itu, negara lain seperti Dänemark mengambil langkah berbeda dengan merencanakan untuk memperkenalkan wajib militer bagi perempuan. Menteri Pertahanan Dänemark mengumumkan bahwa perempuan yang berusia 18 tahun setelah 1 Juli tahun ini akan dipanggil untuk menjalani wajib militer pada tahun 2026. Ini adalah langkah yang menarik, dimana negara tersebut berusaha untuk menyamakan kesempatan bagi pria dan wanita dalam menjalankan tugas militer.
Pada hari Rabu, 26 Maret, kami mengajukan pertanyaan kepada masyarakat: "Apakah Anda setuju jika di Jerman juga ada wajib militer untuk perempuan?" Pertanyaan ini menuai berbagai tanggapan dari masyarakat, yang menunjukkan bahwa isu ini sangat relevan dan menjadi perhatian banyak orang di Jerman.
Wajib Militer Jerman Dänemark Wehrpflicht perempuan