Pada Senin sore, dosen-dosen Universitas Columbia mengadakan aksi protes yang dipimpin oleh fakultas. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan universitas minggu lalu yang mengikuti permintaan Presiden AS, Donald Trump, untuk mengubah dan memperketat aturan tentang protes serta proses disiplin. Selain itu, keputusan ini juga termasuk pengambilalihan suatu departemen akademik sebagai hukuman karena dianggap tidak mampu menangani apa yang disebut oleh pihak administrasi sebagai "antisemitisme" di kampus.
Asosiasi Profesor Universitas Amerika (AAUP) dan Serikat Anggota Fakultas di Manhattan, telah mengajukan gugatan terhadap Trump. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai "upaya tidak sah dan tanpa preseden untuk mengambil alih otonomi akademik universitas dan mengendalikan pemikiran, asosiasi, penelitian, dan ekspresi dosen serta mahasiswa."
Namun, pengamat mencatat bahwa meskipun para dosen turun ke jalan untuk memprotes keputusan administrasi yang tunduk pada tekanan Trump, mereka tampaknya menghindari isu Palestina, yang menjadi penyebab utama krisis di universitas tersebut. Fokus protes lebih kepada pembelaan "kebebasan akademik".
Di tengah banyaknya papan protes di luar Columbia pada Senin sore, tidak ada yang menyebutkan Palestina, genosida yang sedang berlangsung di Gaza, atau penangkapan dan penahanan Mahmoud Khalil, seorang aktivis mahasiswa Palestina yang saat ini berada di fasilitas penahanan dan menghadapi deportasi.
Organisasi mahasiswa mengatakan bahwa protes ini tidak hanya meleset dari tujuan, tetapi juga menunjukkan bahwa dosen masih enggan mengakui bagaimana universitas bisa sampai pada situasi sulit ini.
Fakultas di Columbia telah mendapat kritik dari beberapa mahasiswa serta pengamat. Mereka berpendapat bahwa para pengajar belum cukup melindungi mahasiswa mereka dan belum berbicara secara memadai mengenai berbagai tantangan yang dihadapi oleh komunitas universitas.
Aksi protes ini mencerminkan ketidakpuasan yang mendalam di kalangan mahasiswa dan dosen mengenai arah kebijakan universitas dan dampaknya terhadap kebebasan akademik.
Dosen Universitas Columbia protes kebijakan Trump kebebasan akademik