Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengusulkan agar Ukraina dikelola sementara oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Usulan ini bertujuan untuk mengadakan pemilihan umum yang demokratis, dengan harapan dapat membentuk pemerintahan yang mampu mendapatkan kepercayaan rakyat.
Putin menyatakan bahwa dia tidak menganggap pemerintah Ukraina saat ini sebagai mitra negosiasi yang sah. Hal ini disebabkan oleh keberlanjutan masa jabatan Presiden Ukraina, Volodymyr Selenskyj, yang seharusnya berakhir pada Mei 2024. Meski demikian, para ahli hukum di Ukraina menegaskan bahwa perpanjangan masa jabatan Selenskyj sah berdasarkan hukum darurat yang diterapkan akibat perang.
Di luar Ukraina, Selenskyj masih diakui sebagai presiden, terutama karena mengadakan pemilihan umum yang adil menjadi sangat sulit akibat pendudukan Rusia di beberapa wilayah Ukraina.
Dalam pernyataannya, Putin juga menyebutkan bahwa ia percaya Presiden AS, Donald Trump, memiliki niat baik untuk memperbaiki hubungan dengan Moskow serta berupaya mencapai perdamaian di Ukraina. Namun, seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menyatakan bahwa kepemimpinan Ukraina ditentukan oleh konstitusi dan rakyatnya.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Ukraina mengenai pernyataan Putin. Namun, Selenskyj sebelumnya telah menolak setiap tuduhan yang meragukan legitimasi kepemimpinannya. Ia juga menuduh Putin berusaha untuk melanjutkan konflik yang telah berlangsung.
Putin Ukraina PBB pemilihan umum Selenskyj