Kalis Mardiasih, seorang penulis dan aktivis, mengajak masyarakat untuk tidak hanya menikmati hidangan lezat seperti ketupat, opor, dan rendang saat Lebaran, tetapi juga untuk mengadakan obrolan politik yang menggugah di meja makan. Menurutnya, momen Lebaran adalah waktu yang tepat untuk menyuarakan kepentingan rakyat dan mengkritisi berbagai masalah yang ada di masyarakat.
Dalam pernyataannya, Kalis menyoroti beberapa isu penting yang tengah dihadapi masyarakat, seperti aturan hukum yang bermasalah dan kekerasan aparat terhadap warga. Ia menegaskan bahwa suara masyarakat sering kali tidak didengar oleh wakil rakyat mereka. Oleh karena itu, ia mengajak semua orang untuk tetap kritis dan berbicara tentang masalah ini.
"Di momen #Lebaran tahun ini, mari kita kembali ke fitrah kita: menyuarakan kebaikan dan melawan kedzaliman," ujar Kalis dalam unggahan di media sosialnya. Ia percaya bahwa Lebaran bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga saat yang tepat untuk bersolidaritas dan menyampaikan suara rakyat.
Kalis juga mengumumkan konten baru bernama #Ngabuburights, yang akan membahas isu-isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan bulan Ramadan. Konten ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai pentingnya HAM di tengah-tengah masyarakat, terutama di bulan suci ini.
"Tak ada saat yang lebih tepat untuk bersolidaritas daripada sekarang. Mari kita semua bergabung dalam gerakan HAM global dan berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang lebih baik," tambahnya. Kalis mengajak masyarakat untuk mengunjungi s.id/jadisuporteramnesty guna bergabung dengan gerakan tersebut.
Dengan demikian, Kalis Mardiasih berharap bahwa obrolan politik di meja makan selama Lebaran dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya terlibat dalam isu-isu yang mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Semoga pesan ini dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memperjuangkan keadilan bagi semua.
Kalis Mardiasih Lebaran politik HAM masyarakat