WASHINGTON D.C. – Minggu depan, Gedung Putih diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan "tingkat tinggi" antara perusahaan induk TikTok, ByteDance, dan sekelompok investor dari Amerika Serikat. Kesepakatan ini bertujuan untuk menyelamatkan aplikasi TikTok dari penerapan undang-undang yang mulai berlaku pada 5 April mendatang, yang melarang TikTok di AS.
Kesepakatan ini dilaporkan akan menciptakan sebuah perusahaan baru yang disebut "NewCo" untuk mengelola operasi TikTok di Amerika Serikat. Perusahaan baru ini akan dimiliki mayoritas oleh investor AS. Namun, ByteDance tidak akan sepenuhnya terhapus dari kepemilikan, yang bisa berarti bahwa kesepakatan ini mungkin tidak sepenuhnya memenuhi syarat yang ditetapkan oleh undang-undang tersebut.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa kesepakatan ini merupakan versi dari Proyek Texas, yang merupakan nama internal ByteDance untuk seperangkat protokol keamanan yang ditujukan untuk menjaga data pengguna Amerika agar tidak jatuh ke tangan Cina. Pada tahun 2023, pemerintahan Biden mempertimbangkan proposal Proyek Texas, tetapi merasa tidak puas sehingga akhirnya bekerja sama dengan Kongres untuk mengesahkan undang-undang yang memaksa ByteDance untuk menjual TikTok atau menghadapi larangan di Amerika Serikat.
Kesepakatan ini menjadi perhatian banyak pihak, mengingat TikTok merupakan salah satu aplikasi media sosial terpopuler di dunia. Banyak pengguna di AS dan di seluruh dunia menggunakan TikTok untuk berbagi video pendek dan konten kreatif lainnya. Namun, kekhawatiran mengenai keamanan data dan privasi pengguna telah memicu perdebatan mengenai keberlanjutan aplikasi ini di pasar AS.
Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan dapat memberikan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak. Investor AS dan pengguna TikTok berharap agar aplikasi ini tetap tersedia tanpa harus mengkhawatirkan masalah privasi dan keamanan data.
TikTok ByteDance investor kesepakatan perusahaan baru