Pasuruan, 29 Maret 2025 – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, Kabupaten Pasuruan menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah desa. Sejak malam Jumat (28/3/2025), sebanyak 13 desa di 4 kecamatan terendam air. Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Gondangwetan, Winongan, Grati, dan Pasrepan.
Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Gondangwetan menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Di sana terdapat lima desa yang terendam banjir, yaitu Desa Sekarputih, Ranggeh, Pekangkungan, Bajangan, dan Kelurahan Gondangwetan. Di Desa Sekarputih, banjir mencapai ketinggian 70 sentimeter, khususnya di Dusun Triwung.
Di Kecamatan Winongan, enam desa juga mengalami hal yang sama. Desa yang terdampak adalah Desa Winongan Kidul, Prodo, Lebak, Winongan Lor, Bandaran, dan Desa Sidepan. Di Dusun Karangasem yang berada di Desa Sidepan, ketinggian air mencapai 100 sentimeter.
Sementara itu, di Kecamatan Pasrepan, Desa Jogorepuh sudah dua kali mengalami kebanjiran tahun ini, meskipun sebelumnya tidak pernah ada laporan genangan di desa tersebut. Di Kecamatan Grati, banjir juga melanda Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama sejak sore hari. "Curah hujan tinggi ini terutama terjadi di wilayah Kecamatan Lumbang dan Puspo," ujar Sugeng. Ia juga menambahkan bahwa kondisi air laut yang pasang menyebabkan sungai-sungai seperti Sungai Petung dan Welang tidak mampu menampung debit air yang banyak, sehingga meluber ke pemukiman.
Syukurlah, selama kejadian ini tidak ada korban jiwa atau kerusakan rumah. Sugeng menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama dalam beberapa hari ke depan, mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan tinggi akan terus berlanjut.
"Mudah-mudahan hari ini tidak ada hujan. Namun, kami minta masyarakat untuk tetap waspada, karena air laut siang hari mulai pasang dan sore hari kembali normal," tambahnya.
Banjir ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem, terutama menjelang perayaan hari besar.
Banjir Kabupaten Pasuruan Idul Fitri cuaca ekstrem