Dalam beberapa tahun terakhir, wanita di Amerika Serikat semakin merasa nyaman dengan status lajang mereka. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh American Enterprise Institute (AEI), lebih dari setengah wanita yang tidak menikah percaya bahwa mereka lebih bahagia dibandingkan dengan wanita yang sudah menikah.
Perubahan ini terjadi seiring dengan pergeseran demografis yang signifikan. Wanita kini lebih banyak yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan membeli rumah dibandingkan pria. Mereka juga lebih memilih untuk fokus pada karir dan persahabatan ketimbang memikirkan tentang berkencan atau menikah. Daniel Cox, direktur pusat survei AEI, menjelaskan, "Angka-angka ini tidak menunjukkan hasil yang seimbang."
Dari survei yang melibatkan 5.837 responden, diketahui bahwa hanya sepertiga pria lajang yang merasa lebih bahagia dibandingkan pria yang sudah menikah. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran pandangan di kalangan generasi muda, terutama wanita. Di platform media sosial seperti TikTok, banyak wanita muda yang bangga menyebut diri mereka "boy sober" dan menekankan pentingnya pengembangan diri dan kebahagiaan pribadi.
Survei juga menunjukkan bahwa hubungan remaja semakin menurun, dan Generasi Z cenderung memiliki kehidupan seks yang lebih sedikit dibandingkan generasi sebelumnya. Data dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa pola hubungan dan interaksi sosial di kalangan remaja saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan masa lalu.
Dengan demikian, tampaknya wanita Amerika kini lebih memilih untuk mengejar tujuan pribadi dan kebahagiaan tanpa harus terikat dalam sebuah hubungan romantis. Ini adalah fenomena menarik yang mencerminkan perubahan nilai dan prioritas di kalangan wanita muda saat ini.
wanita lajang pendidikan karir hubungan