Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyatakan ketidakpuasannya terhadap "nada" komentar Wakil Presiden AS, JD Vance, yang mengatakan bahwa Denmark belum melakukan cukup untuk Greenland. Dalam pernyataannya di media sosial X, Rasmussen mengatakan, "Kami terbuka terhadap kritik, tetapi izinkan saya jujur, kami tidak menghargai nada yang disampaikan."
Komentar ini muncul saat Vance mengunjungi satu-satunya pangkalan militer AS di Greenland, yaitu Pangkalan Luar Angkasa Pituffik. Dalam kunjungannya, Vance menegaskan, "Pesan kami kepada Denmark sangat sederhana: Anda belum melakukan pekerjaan yang baik untuk rakyat Greenland. Anda telah kurang berinvestasi pada rakyat Greenland dan pada keamanan wilayah yang luar biasa dan indah ini."
Wakil Presiden Vance didampingi oleh istrinya, Usha, Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz, Sekretaris Energi Chris Wright, Senator Utah Mike Lee, dan mantan Penasihat Keamanan Dalam Negeri Julia Nesheiwat, yang juga merupakan istri Waltz.
Kunjungan ini merupakan versi yang lebih pendek dibandingkan rencana awal yang dijadwalkan selama tiga hari. Rencana awal tersebut termasuk kunjungan Usha Vance ke beberapa situs bersejarah.
Ketegangan ini menunjukkan pentingnya hubungan antara Denmark dan Greenland, yang merupakan wilayah otonom Denmark. Greenland memiliki sumber daya alam yang melimpah dan posisinya yang strategis membuatnya menjadi perhatian banyak negara, termasuk Amerika Serikat.
Rasmussen berharap agar kritik disampaikan dengan cara yang lebih konstruktif, agar hubungan antara negara-negara dapat terjaga dengan baik. Diharapkan, kedua belah pihak dapat menemukan cara untuk berkolaborasi demi kesejahteraan rakyat Greenland.
Denmark Greenland JD Vance Lars Lokke Rasmussen kritik