Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Trump Marah pada Putin dalam Wawancara Telepon

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini menyampaikan kritik terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam sebuah wawancara telepon dengan stasiun TV NBC. Dalam wawancara tersebut, Trump mengungkapkan bahwa ia merasa "sangat marah" dan "stinksauer" terhadap Putin, terutama terkait pernyataan terbaru yang meragukan kredibilitas Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyj.

Putin telah berulang kali menyatakan bahwa ia tidak menganggap Zelenskyj sebagai presiden yang sah dari Ukraina. Bahkan, dalam pernyataan terbarunya, Putin mengusulkan agar Ukraina dikelola di bawah pengawasan PBB. Hal ini tentu saja menimbulkan ketidakpuasan bagi Trump, yang selama masa kampanyenya berjanji untuk segera mengakhiri perang di Ukraina.

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menegaskan bahwa kesabarannya terhadap Putin tidak akan berlangsung lama. Ia mengancam akan memberlakukan tarif tinggi, antara 25 hingga 50 persen, pada minyak Rusia jika tidak ada gencatan senjata yang dicapai. "Siapa pun yang masih membeli minyak dari Rusia tidak akan diizinkan melakukan bisnis di AS," tegas Trump.

Trump berencana untuk menghubungi Putin melalui telepon minggu depan. Ia menyatakan bahwa Putin tahu tentang kemarahannya, tetapi ia juga menambahkan bahwa mereka memiliki hubungan yang "sangat baik". Ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan, Trump tetap berusaha menjaga komunikasi dengan pemimpin Rusia tersebut.

Situasi ini menunjukkan betapa rumitnya hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia, terutama dalam konteks konflik di Ukraina. Masyarakat dunia akan terus memantau perkembangan ini, karena keputusan yang diambil oleh kedua pemimpin tersebut dapat berdampak besar pada stabilitas daerah dan hubungan internasional.

library_books Tagesschau