Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Barnes & Noble Kembali Bangkit dengan Pembukaan Toko Baru

Barnes & Noble, salah satu jaringan toko buku terbesar di Amerika, mengalami masa sulit selama sekitar satu dekade. Sebelumnya, mereka lebih memilih untuk mengikuti model retailer umum, yang mengakibatkan penurunan penjualan dan hampir mengalami kebangkrutan. Namun, kini situasi mulai membaik untuk toko buku ini.

Pada tahun 2024, Barnes & Noble telah membuka atau merenovasi sebanyak 57 toko, sehingga totalnya kini mencapai sekitar 650 toko di seluruh Amerika Serikat. Tahun ini, perusahaan berencana untuk membuka 60 toko lagi, menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan.

James Daunt, CEO Barnes & Noble yang mulai menjabat pada tahun 2019, mengungkapkan perasaannya mengenai kondisi perusahaan yang pernah sangat buruk. "Sungguh sulit untuk membayangkan betapa parahnya keadaan sebelumnya," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa besar perubahan yang telah dicapai oleh Barnes & Noble dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan pembukaan toko-toko baru, Barnes & Noble berharap dapat menarik kembali penggemar buku dan meningkatkan penjualan. Toko-toko ini diharapkan dapat menawarkan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan menarik, mirip dengan toko buku independen yang telah lama menjadi ciri khas di industri ini.

Perubahan ini diharapkan tidak hanya membantu perusahaan bangkit kembali, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi komunitas pecinta buku di seluruh dunia.

library_books Theeconomist