Jakarta, 1 April 2025 - PT Green Power Group Tbk (LABA) masih mengalami rugi bersih pada tahun 2024, meskipun telah ada pengendali baru yang melakukan berbagai aksi korporasi. Hal ini menjadi sorotan, terutama karena harga saham emiten energi terbarukan tersebut mengalami penurunan yang signifikan dalam sebulan terakhir.
Dalam laporan keuangan yang telah diaudit dan disampaikan pada tanggal 31 Maret 2025, LABA mencatat bahwa penjualannya hampir dua kali lipat, mencapai Rp21,6 miliar pada tahun 2024. Namun, meskipun pendapatan meningkat, perusahaan masih belum dapat membalikkan keadaan menjadi untung.
LABA mendapatkan klien baru seperti PT Gotion Indonesia dan PT Safast Electric Vehicle, namun hingga saat ini, kedua klien tersebut belum memberikan kontribusi pendapatan yang berarti bagi perusahaan. Sementara itu, porsi pendapatan terbesar LABA masih berasal dari PT Green City Trafic, yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp16,2 miliar, atau sekitar 75% dari total penjualan.
Walaupun pendapatan meningkat, beban pokok penjualan juga ikut meningkat menjadi Rp19,7 miliar. Hal ini menyebabkan laba kotor perusahaan tetap tidak berubah di angka Rp1,9 miliar. Kenaikan beban pokok penjualan menunjukkan bahwa biaya untuk memproduksi dan menjual produk juga meningkat, sehingga meskipun omzet naik, laba bersih yang dinantikan belum dapat dicapai.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi yang akan diambil oleh manajemen LABA ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan untuk meningkatkan profitabilitas dan menjaga harga saham yang terus menurun.
Dengan kondisi ini, investor dan pemangku kepentingan diharapkan dapat terus memantau perkembangan PT Green Power Group Tbk dan langkah-langkah yang akan diambil untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.
PT Green Power Group LABA rugi penjualan saham