Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Israel Perintahkan Evakuasi di Kota Rafah, Gaza

Tel Aviv – Pemerintah Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di kota Rafah, Gaza. Ini merupakan perintah evakuasi terbesar sejak serangan yang dilancarkan kembali di wilayah Palestina awal bulan ini. Perintah ini mengharuskan penduduk Rafah dan sebagian kota sekitarnya, Khan Younis, untuk meninggalkan rumah mereka segera.

Militer Israel menginstruksikan warga untuk menuju zona kemanusiaan al-Mawasi. Mereka memperingatkan bahwa pasukan mereka akan segera melanjutkan operasi intensif untuk menghancurkan kemampuan organisasi teroris di area tersebut. "Kami kembali ke operasi intensif," kata seorang juru bicara militer.

Menurut laporan, evakuasi ini kini mempengaruhi sekitar satu per lima wilayah Gaza. Minggu lalu, kantor hak asasi manusia PBB memperingatkan bahwa langkah evakuasi tersebut tidak memenuhi syarat hukum internasional yang berlaku. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan warga sipil yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Pemerintah Israel menyatakan bahwa tindakan ini diambil untuk melindungi warga sipil dari serangan pejuang Hamas, yang dituduh menggunakan warga sebagai tameng manusia, melanggar hukum internasional. Militer Israel juga telah menyatakan sebelumnya bahwa mereka berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalkan korban dari kalangan sipil.

Situasi di Gaza semakin memprihatinkan, dan banyak warga yang terpaksa mengungsi akibat konflik yang berkepanjangan ini. Organisasi internasional dan berbagai pihak terus menyerukan perlindungan bagi warga sipil dan menghentikan kekerasan.

Evakuasi ini menjadi sorotan dunia, dengan banyak yang berharap agar tindakan ini tidak menambah penderitaan warga sipil yang sudah cukup lama terjebak dalam konflik.

library_books Bbcnews