Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Protes Besar-Besaran Terhadap Tesla di Seluruh Negara

Pada akhir pekan lalu, ribuan orang bergabung dalam gerakan protes "Tesla Takedown" di berbagai showroom Tesla di seluruh negara. Protes ini dipicu oleh kemarahan masyarakat terhadap peran Elon Musk dalam pembubaran lembaga pemerintah federal. Banyak orang merasa khawatir karena langkah-langkah yang diambil Musk melalui apa yang disebutnya Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) dapat mengancam kehidupan dan mata pencaharian banyak orang.

Sementara itu, di lokasi yang sama, sebuah kelompok kecil pendukung Elon Musk mengadakan protes tandingan yang mereka sebut "Tesla Shield". Peserta dari kelompok ini sebagian besar adalah pendukung MAGA (Make America Great Again), yang terdiri dari berbagai ekstremis kanan, termasuk anggota Proud Boys dan milisi bersenjata. Dalam salah satu acara di Idaho, terdapat seorang peserta yang mengenakan kostum menyerupai Hitler, yang menambah kontroversi di tengah protes.

Sejak awal tahun ini, harga saham Tesla telah turun lebih dari 30 persen. Hal ini semakin memperburuk situasi dan memicu lebih banyak protes. Beberapa insiden vandalisme terhadap kendaraan dan pengisi daya Tesla juga terjadi, yang membuat mantan Presiden Donald Trump meminta Departemen Kehakiman untuk menganggap para pengunjuk rasa yang diduga melakukan kekerasan sebagai "teroris domestik". Dalam situasi ini, beberapa kelompok ekstremis memutuskan untuk membantu Musk menghadapi protes tersebut.

Namun, di hampir semua dealer yang mengalami protes pada akhir pekan ini, jumlah pengunjuk rasa yang menentang Musk jauh lebih banyak dibandingkan dengan pendukungnya. Ini menunjukkan bahwa protes "Tesla Takedown" memiliki dukungan yang lebih besar dari masyarakat luas. Ketegangan antara kedua kelompok ini menciptakan suasana yang penuh emosi dan kontroversi, yang akan terus menjadi sorotan di media.

library_books Wired