Pasar saham di Amerika Serikat mengalami masa-masa sulit sejak Presiden Donald Trump dilantik untuk masa jabatan keduanya pada bulan Januari. Berdasarkan data dari FactSet dan Dow Jones Market Data, sejak 17 Januari, atau hari Jumat sebelum Hari Inaugurasi, pasar saham AS telah kehilangan nilai sebesar $9,6 triliun.
Kerugian ini semakin dalam, dengan $5 triliun di antaranya hilang hanya dalam dua hari terakhir. Ini merupakan kerugian dua hari terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah pasar saham. Dalam perdagangan awal pada hari Jumat, indeks-indeks utama mengalami penurunan yang signifikan.
Indeks Dow Jones, misalnya, mengalami penurunan lebih dari 1.200 poin. Ini membawa total kerugian Dow sejak pasar dibuka pada hari Kamis hampir mencapai 3.000 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 turun sebesar 3,6%, dan indeks Nasdaq Composite mengalami penurunan sebesar 3,8% yang membuatnya hampir memasuki wilayah pasar bearish.
Indeks Russell 2000 juga tidak luput dari kerugian, dengan penurunan tambahan sebesar 4,1% setelah menjadi indeks utama pertama yang masuk ke dalam kategori pasar bearish pada hari Kamis.
Kerugian yang terjadi di pasar saham ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian dan kepercayaan investor. Hal ini juga menjadi perhatian banyak orang, karena pasar saham sering kali menjadi indikator kesehatan ekonomi suatu negara.
Dengan situasi yang tidak menentu ini, banyak yang berharap akan ada perubahan positif agar pasar saham dapat pulih kembali. Namun, untuk saat ini, investor dihadapkan pada tantangan yang cukup berat.
saham Amerika Serikat kerugian Trump pasar