Para miliarder terkaya di dunia mengalami kerugian yang sangat besar, mencapai 208 miliar dolar AS atau sekitar Rp3,48 kuadriliun, dalam satu hari. Kerugian ini terjadi setelah pengumuman tarif baru oleh pemerintah Amerika Serikat pada Jumat, 4 April, menurut data dari Bloomberg Billionaire Index (BBI).
Penurunan harta kekayaan ini merupakan yang terbesar keempat dalam sehari sejak BBI diluncurkan 13 tahun lalu. Selain itu, kerugian ini juga menjadi yang terbesar sejak awal pandemi COVID-19.
Pada Rabu, 2 April, Presiden AS, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif dasar sebesar 10 persen pada semua barang impor ke AS, yang akan mulai berlaku pada 5 April. Selain itu, tarif yang lebih tinggi akan dikenakan kepada negara-negara yang memiliki defisit perdagangan terbesar dengan AS, yang akan berlaku mulai 9 April.
Akibat pengumuman ini, harta kekayaan gabungan dari 500 miliarder teratas di dunia mengalami penurunan yang sangat signifikan. Beberapa miliarder terkenal seperti Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, dan Elon Musk termasuk dalam daftar mereka yang terkena dampak dari perubahan kebijakan ini.
Kerugian ini menunjukkan betapa cepatnya pasar dapat berubah dan bagaimana keputusan politik dapat memengaruhi ekonomi global. Tarif impor yang baru ini bisa berdampak pada harga barang dan stabilitas ekonomi di berbagai negara.
Dengan adanya kebijakan ini, banyak pihak yang akan memantau dampaknya terhadap perekonomian dunia dan bagaimana para miliarder ini akan beradaptasi dengan situasi yang baru.
miliarder tarif impor Amerika Serikat Donald Trump kerugian