Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Apple Pertimbangkan Pindah Produksi iPhone dari China ke AS

Apple, perusahaan teknologi raksasa dari Amerika Serikat, sedang mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian proses produksi iPhone dari China ke Amerika. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tarif tinggi yang dikenakan pada barang-barang yang diimpor dari China. Namun, hal ini tidaklah mudah dan bisa menyebabkan harga iPhone menjadi lebih mahal.

Selama ini, Apple mengandalkan pabrik di China untuk merakit iPhone. Proses perakitan ini sudah sangat efisien dan dilakukan oleh tenaga kerja yang terlatih. Menurut Barton Crockett, seorang analis senior di firma pialang Rosenblatt Securities, memindahkan hanya proses perakitan ke AS akan menjadi “tugas yang sangat besar” dan membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Saat ini, harga iPhone 16 Pro dengan kapasitas 256GB adalah sekitar $1,100. Namun, biaya produksi untuk semua komponen dalam iPhone tersebut, yang disebut biaya bahan, hanya sekitar $550. Setelah ditambah biaya perakitan dan pengujian, total biaya Apple menjadi sekitar $580.

Dengan adanya tarif baru yang dikenakan pada barang-barang dari China sebesar 54%, biaya iPhone akan meningkat menjadi sekitar $850. Jika Apple tidak menaikkan harga jual iPhone, maka margin keuntungan mereka akan menyusut drastis. Apple dikenal sebagai perusahaan gadget bernilai triliunan dolar, dan mereka tidak dapat bertahan hanya dengan menjual produk tanpa keuntungan.

Dalam langkah untuk mengatasi biaya tarif yang tinggi, Apple berencana untuk mengirim lebih banyak iPhone dari India ke AS. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada China dan menghindari biaya yang lebih tinggi.

Perwakilan Apple menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai rencana harga dan detail produksi perusahaan. Namun, langkah ini menunjukkan bagaimana perusahaan besar seperti Apple harus beradaptasi dengan perubahan kebijakan perdagangan dan biaya produksi.

library_books Wsj