Jakarta, 8 April 2025 – Harga alat medis yang penting seperti pacemaker, pompa insulin, dan alat bantu dengar diperkirakan akan naik setelah penerapan tarif baru oleh Presiden Trump. Meskipun produsen alat medis telah melobi keras, mereka tidak mendapatkan pengecualian seperti yang diterima perusahaan farmasi.
Sekitar 40% alat medis diproduksi di luar negeri, sehingga tarif ini akan memberikan dampak yang besar bagi produsen alat medis, rumah sakit, perusahaan asuransi, dan jutaan orang yang bergantung pada alat tersebut untuk kesehatan mereka.
Salah satu negara yang menjadi pusat produksi alat medis adalah Meksiko, di mana tarifnya ditetapkan sebesar 25%. Selain itu, ada juga alat medis yang diproduksi di Eropa dengan tarif sebesar 20%.
Erik Wexler, CEO dari Providence, sebuah sistem kesehatan Katolik non-profit yang berbasis dekat Seattle dan memiliki 51 rumah sakit, mengungkapkan melalui email kepada Forbes bahwa estimasi awal menunjukkan tarif ini dapat meningkatkan biaya hingga $10 juta hingga $25 juta per tahun. "Ini merupakan angka yang signifikan bagi sistem kesehatan kami, yang juga mencakup lebih dari 1.000 klinik, dan kami mencatat kerugian operasional sebesar $644 juta pada tahun 2024," tambahnya.
Kenaikan biaya ini dapat berujung pada peningkatan harga untuk pasien dan rumah sakit, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi akses terhadap perawatan kesehatan yang berkualitas. Dengan alat medis yang sangat vital bagi banyak orang, termasuk mereka yang membutuhkan perawatan jangka panjang, dampak dari kebijakan ini harus diperhatikan dengan serius.
Oleh karena itu, semua pihak diharapkan dapat mencari solusi agar alat medis tetap terjangkau dan dapat diakses oleh semua orang yang membutuhkannya.
tarif alat medis presiden Trump harga industri kesehatan