Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Konflik Perdagangan China dan AS Semakin Memanas

Perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) mengalami ketegangan yang semakin serius. Hal ini terjadi setelah AS memutuskan untuk meningkatkan tarif bea masuk pada produk-produk dari China. Menanggapi langkah tersebut, China juga mengumumkan bahwa mereka akan menaikkan tarif untuk semua barang dari AS.

Menurut informasi dari Zollkommission yang dikeluarkan oleh Staatsrat China, mulai tanggal 10 April, akan ada tarif tambahan sebesar 50 persen yang dikenakan pada semua barang dari AS. Dengan demikian, total tarif yang harus dibayar untuk barang-barang AS akan mencapai 84 persen.

Sebelumnya, AS juga telah memberlakukan tarif tambahan terhadap sejumlah negara, termasuk negara-negara Uni Eropa. Awalnya, tarif tambahan untuk China ditetapkan sebesar 34 persen. Namun, setelah China memberikan balasan dengan tarif yang sama, pemerintah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump meningkatkan tarif tersebut menjadi 104 persen.

Ketegangan ini semakin meningkat ketika Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa mereka merasa tidak ada dasar untuk melanjutkan negosiasi dalam konflik perdagangan ini. Juru bicara kementerian, Lin Jian, menyatakan, "Jika AS benar-benar ingin menyelesaikan masalah ini melalui dialog, mereka harus mengedepankan sikap yang setara, saling menghormati, dan saling menguntungkan."

Lebih lanjut, Lin Jian menegaskan bahwa jika AS terus memperketat pembatasan ekonomi dan perdagangan, maka China akan siap untuk mengambil tindakan balasan yang diperlukan dan akan berjuang hingga akhir.

Konflik perdagangan ini memiliki dampak yang luas, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi perekonomian global. Banyak negara lain yang merasa khawatir akan dampaknya terhadap perdagangan internasional dan kestabilan ekonomi.

library_books Tagesschau