Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Masalah Penggunaan Senjata Jerman di Ukraina

Ukraina menghadapi berbagai tantangan dalam penggunaan senjata besar yang disuplai oleh Jerman. Menurut sebuah dokumen internal yang diperoleh oleh NDR, WDR, dan SZ, terdapat masalah signifikan terkait dengan delapan sistem senjata yang telah diberikan oleh Jerman kepada Ukraina.

Dalam laporan tersebut, seorang militer dari kedutaan Jerman di Kiev menyatakan, “Hampir tidak ada senjata besar dari Jerman yang sepenuhnya siap untuk digunakan dalam pertempuran.” Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran mengenai efektivitas senjata yang telah disuplai.

Menanggapi laporan ini, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, mengaku terkejut. Dalam pertemuan dengan kelompok kontak Ukraina di Brussel, ia menyatakan bahwa ia tidak menerima informasi atau keluhan terkait masalah ini dari mitra-mitranya di Ukraina. Pistorius menyadari bahwa mungkin ada beberapa perangkat yang mengalami kerusakan atau kehilangan fungsi setelah digunakan dalam pertempuran selama tiga tahun.

Dari sumber di kalangan militer, dijelaskan bahwa Ukraina berada dalam situasi yang sulit. Banyak negara Barat telah mengirimkan berbagai jenis peralatan militer yang berbeda, sehingga pasukan Ukraina terpaksa melakukan improvisasi. Mereka juga kurang pengalaman dalam menggunakan sistem-sistem baru ini, karena pelatihan sering dilakukan dalam waktu yang singkat. Selain itu, perbaikan senjata yang rusak menjadi tantangan besar. Misalnya, tank tidak dapat diperbaiki di dekat garis depan karena ancaman dari drone.

Dari dokumen yang diperoleh, terlihat bahwa sistem senjata Jerman yang lebih tua lebih dihargai di Ukraina. Salah satu contohnya adalah tank anti-pesawat "Gepard", yang sangat efektif melawan drone dan rudal Rusia, dianggap sebagai "sistem senjata yang paling populer, efisien, dan dapat diandalkan". Selain itu, kendaraan tempur infanteri "Marder" juga sangat disukai oleh pasukan Ukraina.

Menurut Kementerian Pertahanan Jerman, negara ini telah memberikan atau menjanjikan bantuan militer kepada Ukraina senilai sekitar 28 miliar Euro. Pada hari Jumat, Menteri Pistorius juga mengumumkan paket senjata tambahan untuk Ukraina.

Dengan situasi yang semakin kompleks, diharapkan kerjasama antara Jerman dan Ukraina dapat diperkuat untuk mengatasi tantangan yang ada.

library_books Tagesschau