Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Memahami Gejala Neurotik Menurut Freud

Menurut pandangan Freud, ada satu hal yang membuat gejala neurotik sulit untuk dihilangkan, yaitu kepuasan yang didapat dari gejala tersebut. Meskipun secara sadar kita merasa benci terhadap gejala ini dan berharap untuk menghilangkannya, justru tingkat ketidak sadarannya yang membuat kita "menikmati" gejala tersebut yang menyebabkan gejala itu terus ada.

Freud menjelaskan bahwa gejala tidak bisa begitu saja "dihapus"; melainkan hanya bisa "ditinggalkan". Gejala tersebut merupakan bentuk dari aspek-aspek seksualitas subjek neurotik, yang merupakan bentuk aneh di mana kegembiraan yang terlarang atau hilang tetap hidup, sering kali sebagai rasa dendam atau penolakan yang tersembunyi.

Salah satu wajah dari gejala neurotik adalah maknanya. Ketika dokter medis melihat disfungsi biologis, atau psikolog melihat maladaptasi atau distorsi kognitif, psikoanalis melihat tubuh yang berbicara, sebuah bentuk komunikasi dengan cara lain. Psikoanalisis mencoba membaca niat di balik hal-hal yang tampaknya tidak disengaja. Menjawab pertanyaan tentang apa yang dikatakan oleh gejala tersebut dan menganalisis terjemahannya adalah pekerjaan psikoanalisis.

Salah satu kesalahpahaman dari niat sadar adalah percaya bahwa kita hanya mengatakan satu hal pada satu waktu. Padahal, gejala dapat menjadi cara untuk menegaskan berbagai kebenaran yang tumpang tindih, bahkan bertentangan. Freud mengajarkan kita bahwa gejala, berbeda dengan beberapa bentuk lain dari ketidaksadaran—seperti mimpi atau kesalahan bicara—adalah hal yang tahan lama. Gejala yang sama dapat "digunakan" oleh berbagai pemikiran bawah sadar, sehingga seiring berjalannya waktu—sering kali bertahun-tahun—maknanya dapat berubah. Sering kali, banyak kepentingan dari sebuah gejala, serta berbagai makna yang terkandung di dalamnya, harus ditangani secara bertahap sebelum gejala tersebut dapat ditinggalkan.

Inilah salah satu alasan mengapa pengambilan "riwayat" dalam pekerjaan analitik tidak hanya sekedar menceritakan "kisah hidup" seseorang. Kisah hidup selalu merupakan semacam biografi yang disetujui, sebuah karya hubungan masyarakat. Anamnesis analitik adalah proses menghidupkan kembali apa yang terlupakan dan dikecualikan dari kehidupan seseorang, tetapi tetap ada dan menuntut perhatian dalam rasa sakit yang menyenangkan dari gejala tersebut.

library_books Drjasonchilds