Dalam pidato publik pertamanya sejak meninggalkan jabatan pada bulan Januari, mantan Presiden AS Joe Biden mengkritik kebijakan Donald Trump, terutama yang berkaitan dengan Jaminan Sosial. Pidato ini disampaikan di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan pemotongan biaya yang diterapkan oleh Trump dapat berpengaruh buruk terhadap jutaan warga AS yang bergantung pada Jaminan Sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Biden menekankan bahwa Jaminan Sosial adalah "lebih dari sekadar program pemerintah." Ia menyatakan, "Jaminan Sosial merupakan jaminan bagi banyak orang yang telah bekerja keras dan membayar pajak selama bertahun-tahun. Ini adalah hak mereka, bukan sekadar bantuan."
Salah satu kekhawatiran utama Biden adalah upaya yang dilakukan oleh penasihat Trump, Elon Musk, untuk mengecilkan pemerintah yang dapat merusak sistem Jaminan Sosial. "Mereka ingin menghancurkannya agar bisa merampoknya. Mengapa mereka ingin merampoknya? Untuk memberikan potongan pajak kepada miliarder dan perusahaan besar," jelas Biden dalam pidatonya.
Sementara itu, Gedung Putih membantah bahwa Trump berniat untuk memangkas manfaat Jaminan Sosial. Juru bicara Trump, Karoline Leavitt, menyatakan, "Presiden Trump sangat yakin untuk melindungi manfaat Jaminan Sosial bagi warga negara Amerika yang taat hukum dan para pensiunan yang telah membayar ke program ini. Dia akan selalu melindungi program itu."
Setelah pidato Biden, respon dari pihak Republik tampak biasa saja. Trump bahkan memposting video di platformnya yang bernama Truth Social, menampilkan salah satu anekdot panjang Biden tanpa memberikan komentar lebih lanjut.
Dengan perdebatan mengenai Jaminan Sosial yang semakin memanas, banyak yang berharap agar isu ini dapat diselesaikan dengan baik demi kesejahteraan jutaan warga AS yang bergantung padanya.
Gambar: GettyImages via AFP
Joe Biden Donald Trump Jaminan Sosial kebijakan