KAI Commuter telah berhasil menangkap pelaku pelecehan seksual yang beraksi di eskalator Stasiun Tanah Abang. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 2 April, saat layanan Commuter Line. Penangkapan pelaku dilakukan setelah petugas memanfaatkan rekaman CCTV yang telah diolah melalui sistem analitik.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menjelaskan bahwa pelaku terdeteksi ketika masuk ke area stasiun. "Penangkapan bermula dari rekaman tersangka pelaku yang sudah dimasukkan ke dalam database sistem CCTV Analytic, yang terdeteksi saat masuk ke area stasiun dan hal tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas terkait," ujarnya.
Setelah pelaku terdeteksi, petugas pengamanan berhasil mengamankan tersangka di dalam kereta Commuter Line No. 1759 yang sedang beroperasi dari Rangkasbitung menuju Tanah Abang. Penangkapan terjadi pada Senin, 14 April, sekitar pukul 17.05 WIB.
Joni juga menekankan bahwa KAI Commuter akan memasukkan pelaku pelecehan tersebut ke dalam daftar hitam atau blacklist. Hal ini dilakukan agar pelaku tidak dapat menggunakan layanan Commuter Line di masa depan dan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. "Dengan langkah ini, pelaku tak bisa lagi menggunakan Commuter Line untuk mencegah terulang kejadian serupa ke depannya," kata Joni.
Keputusan KAI Commuter ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang. KAI Commuter berupaya keras untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua pengguna jasa transportasi publik.
KAI Commuter pelecehan seksual Stasiun Tanah Abang Commuter Line blacklist