Jakarta, 17 April 2025 - Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa cadangan devisa Indonesia telah mencapai angka USD157,1 miliar per Maret 2025. Ini merupakan angka tertinggi yang pernah dicatatkan dalam sejarah perekonomian Indonesia.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kenaikan cadangan devisa ini disebabkan oleh peningkatan penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri oleh pemerintah. Langkah ini diambil di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
"Penarikan pinjaman luar negeri dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian yang tinggi di pasar keuangan global," kata Ramdan. Ia juga menambahkan bahwa BI berharap dengan bertambahnya cadangan devisa, hal ini akan meningkatkan persepsi positif dari investor mengenai prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.
Cadangan devisa pada Maret 2025 ini mengalami kenaikan setelah sebelumnya sempat turun pada bulan Februari 2025. BI mencatat bahwa cadangan devisa pada Februari 2025 hanya mencapai USD154,5 miliar, turun dari USD156,1 miliar pada Januari 2025. Penurunan ini sejalan dengan upaya BI untuk menstabilkan nilai rupiah.
Ramdan menekankan bahwa intervensi yang dilakukan oleh bank sentral adalah untuk menghadapi ketidakpastian yang terus berlanjut di pasar keuangan global.
Bagi para pemirsa yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang isu ini, dapat menyaksikan program Market Review bersama Prasetyo Wibowo yang akan tayang pada Rabu, 16 April 2025, pukul 21.30 – 22.00 WIB. Program ini dapat disaksikan secara langsung di IDX Channel melalui berbagai saluran televisi dan juga dapat diakses melalui LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APP store.
cadangan devisa Bank Indonesia perekonomian rupiah