Pada tanggal 6 April, seorang remaja berusia 15 tahun di Guangzhou, Tiongkok, mengalami kecelakaan serius saat melakukan eksperimen kimia di rumahnya. Akibat ledakan tersebut, remaja yang tidak disebutkan namanya itu kehilangan satu lengan dan hampir kehilangan penglihatan di salah satu matanya.
Kejadian ini terjadi di sebuah blok perumahan di provinsi Guangdong, yang terletak di selatan Tiongkok. Menurut ayahnya, yang dikenal dengan nama belakang Huang, kedua mata anaknya mengalami cedera parah. Kulit di sekitar mata remaja tersebut bahkan dilaporkan "sepenuhnya hancur" akibat ledakan.
Remaja ini diketahui sering meminjam buku kimia dari perpustakaan dan membeli peralatan serta bahan eksperimen secara online. Hal ini menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap ilmu pengetahuan, namun juga menyoroti bahaya yang dapat timbul dari eksperimen kimia yang dilakukan tanpa pengawasan orang dewasa.
Insiden ini menjadi peringatan bagi orang tua dan remaja lainnya mengenai pentingnya keselamatan saat melakukan eksperimen, terutama di lingkungan rumah. Kecelakaan seperti ini bisa terjadi jika tidak ada pengetahuan yang cukup atau tidak mengikuti prosedur keselamatan yang benar.
Oleh karena itu, sangat penting bagi semua pelajar untuk memahami risiko yang mungkin timbul dari kegiatan ilmiah dan selalu meminta bantuan dari guru atau orang dewasa saat melakukan eksperimen di rumah.
Tiongkok eksperimen kimia ledakan remaja amputasi