Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

PT Telkom Siapkan Rp3 Triliun untuk Buyback Saham

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, atau yang biasa disingkat TLKM, mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham, yang dikenal dengan istilah share buyback. Perusahaan ini telah menyiapkan dana sebesar Rp3 triliun untuk kegiatan tersebut.

Menurut informasi yang disampaikan oleh VP Investor Relations TLKM, Octavius Oky Prakarsa, dana sebesar Rp3 triliun tersebut sudah termasuk biaya transaksi, komisi pedagang perantara, serta biaya lain yang berkaitan dengan share buyback. "Perkiraan alokasi dana untuk share buyback adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp3 triliun," ujarnya dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis, 17 April 2025.

Rencana pembelian kembali saham ini akan diajukan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 27 Mei 2025. Jika mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham, TLKM akan melaksanakan buyback dalam rentang waktu 12 bulan ke depan, yaitu dari 28 Mei 2025 hingga 27 Mei 2026.

Dalam aksi korporasi ini, Telkom berencana untuk membeli saham tidak melebihi 10 persen dari jumlah modal yang disetor dan ditempatkan oleh perseroan. Selain itu, perusahaan juga akan memperhatikan porsi saham publik (free float) yang harus minimal sebesar 7,5 persen.

Dengan langkah ini, Telkom berharap dapat memberikan dampak positif bagi pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan di mata investor. Pembelian kembali saham adalah strategi yang umum dilakukan oleh perusahaan untuk menunjang harga saham serta menunjukkan kepercayaan diri terhadap kinerja perusahaan di masa depan.

Langkah ini juga mencerminkan keyakinan Telkom terhadap prospek pertumbuhan dan stabilitas keuangan mereka di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

library_books Idx Channel