Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

CEO Mach Industries Akui Drone Viper Mengandung Komponen Cina

Pada hari setelah Mach Industries merilis video promosi untuk drone militer terbaru mereka yang bernama Viper, CEO Ethan Thornton menghadapi masalah besar. Video tersebut, yang diposting di media sosial dengan pernyataan "Tunjukkan, jangan katakan", menarik perhatian beberapa penonton yang sangat teliti.

Penonton tersebut menyadari bahwa mesin yang digunakan dalam drone Viper mirip dengan mesin yang diproduksi oleh perusahaan asal Cina. Thornton sebelumnya dengan tegas membantah bahwa ada komponen Cina dalam drone-produknya. Namun, situasi semakin rumit ketika Palmer Luckey, CEO perusahaan teknologi pertahanan Anduril, mengajukan pertanyaan yang sulit dijawab: "Bagaimana dengan rangka pesawat yang terlihat di video?"

Terjebak dalam situasi sulit, Thornton akhirnya mengakui di platform X, "Kami merasa nyaman untuk menghancurkan komponen Cina untuk tujuan pengujian, Palmer," yang mengkonfirmasi asal negara mesin tersebut. Meskipun Thornton menyatakan kepada Forbes bahwa "semua unit produksi akhir dikirim tanpa komponen Cina", Anduril dan Luckey memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Ukraina, serta situasi di Taiwan, semakin memperjelas kebutuhan militer AS untuk mendapatkan drone yang murah dan diproduksi secara massal dari perusahaan-perusahaan Amerika dan sekutunya. Namun, pertukaran antara Thornton dan Luckey menyoroti rahasia terbuka di Silicon Valley: banyak perusahaan drone yang berusaha memenuhi mandat "America First" dari pemerintahan Trump, ternyata menghadapi masalah dengan komponen yang berasal dari Cina.

Isu ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh produsen drone dalam memastikan bahwa produk mereka sepenuhnya diproduksi di dalam negeri, terutama di tengah meningkatnya persaingan global dengan perusahaan-perusahaan seperti DJI yang merupakan pemimpin pasar drone asal Cina.

Saat ini, pertanyaan mengenai komponen dan asal-usul produk menjadi semakin penting, baik bagi konsumen maupun untuk keamanan nasional. Dengan ketegangan internasional yang terus berkembang, transparansi dalam produksi dan sumber daya menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

library_books Forbes