Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Serangan Senjata di Florida Tewaskan Dua Orang

Pada hari ini, terjadi serangan senjata di sebuah universitas di negara bagian Florida, Amerika Serikat, yang mengakibatkan setidaknya dua orang tewas dan enam lainnya terluka. Menurut informasi yang disampaikan oleh pihak berwenang dalam sebuah konferensi pers, lima dari enam orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa dua korban yang tewas bukanlah mahasiswa dari universitas tersebut. Namun, informasi lebih lanjut mengenai identitas para korban belum diungkapkan kepada publik.

Pelaku dalam insiden ini, yang diduga kuat sebagai penembak, adalah seorang mahasiswa berusia 20 tahun dari Universitas Tallahassee. Ia telah ditangkap dan juga dibawa ke rumah sakit karena luka-luka yang dideritanya. Menariknya, pihak berwenang mengungkapkan bahwa pelaku adalah anak dari seorang wakil kepala polisi daerah setempat.

Di lokasi kejadian, pihak berwenang menemukan sebuah senjata api yang diketahui milik ibu pelaku. Selain itu, pelaku diketahui terlibat dalam sebuah program yang memungkinkannya memiliki kontak dekat dengan kepolisian dan mengikuti berbagai pelatihan. "Oleh karena itu, tidak mengejutkan jika ia memiliki akses ke senjata, " ungkap seorang perwakilan dari pihak berwenang. Saat ini, penyelidikan mengenai rincian lebih lanjut dari kejadian ini masih berlangsung.

Kepemilikan senjata api di Amerika Serikat sangat mudah dan jumlahnya sangat banyak. Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS, setiap tahun puluhan ribu orang meninggal akibat cedera yang disebabkan oleh senjata api. Senjata api merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi bagi anak-anak dan remaja di negara tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga memberikan komentar mengenai insiden ini. Dalam sebuah pernyataan saat acara publik, ia menyebut tindakan tersebut sebagai "aib" tetapi tetap menegaskan dukungannya terhadap hak kepemilikan senjata yang diatur dalam Konstitusi AS. "Saya adalah pendukung kuat dari Amandemen Kedua – ini adalah posisi saya sejak awal dan akan tetap demikian," ujarnya. Ia menambahkan bahwa masalahnya bukan pada senjata itu sendiri, melainkan pada orang-orang yang menggunakannya. Ketika ditanya apakah ia akan mendukung undang-undang yang lebih ketat setelah serangan di Florida, Trump menjawab, "Saya memiliki tanggung jawab untuk melindungi Amandemen Kedua."

Insiden tragis ini menyoroti masalah serius mengenai senjata api di Amerika Serikat dan memicu perdebatan yang lebih luas tentang keselamatan publik.

library_books Tagesschau