Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Krisis Diplomatik Antara Prancis dan Aljazair Meningkat

Krisis diplomatik terbaru antara Prancis dan Aljazair dimulai setelah penangkapan seorang pejabat konsuler Aljazair di Prancis. Penangkapan ini memicu ketegangan yang lebih besar terkait identitas, pengaruh, dan narasi sejarah kedua negara.

Pejabat konsuler tersebut adalah salah satu dari tiga warga negara Aljazair yang didakwa oleh jaksa Prancis terkait penculikan Amir Boukhors, seorang kritikus pemerintah Aljazair yang tinggal di Paris. Sebagai balasan atas penangkapan ini, Aljazair mengusir 12 staf diplomatik Prancis bulan ini. Tindakan ini kemudian diikuti oleh Prancis yang juga mengusir 12 pejabat Aljazair sebagai langkah balas dendam, serta menarik kembali duta besarnya dari Algiers.

Hubungan antara kedua negara memang telah lama diwarnai oleh krisis diplomatik yang berulang. Ketegangan ini semakin diperburuk dengan perkembangan geopolitik. Dukungan Prancis terhadap rencana otonomi Maroko untuk Sahara Barat tahun lalu dianggap oleh Aljazair sebagai pengkhianatan, mengingat dukungan Aljazair terhadap Front Polisario yang memperjuangkan kemerdekaan wilayah tersebut.

Perubahan kebijakan Prancis ini telah menjadi sumber perselisihan, yang berdampak pada penurunan perdagangan dan kerja sama antara Prancis dan Aljazair. Selain itu, rencana latihan militer bersama antara Prancis dan Maroko di dekat perbatasan Aljazair dikutuk oleh Aljazair sebagai "provokasi".

Faktor politik domestik di kedua negara sering kali mempengaruhi kebijakan luar negeri mereka. Di Prancis, para politisi dari berbagai kalangan menggunakan isu Aljazair dan migrasi untuk menarik perhatian nasionalis. Sementara itu, di Aljazair, kritik terhadap Prancis juga berfungsi untuk memperkuat kredibilitas nasionalis dan mengalihkan perhatian dari tantangan internal, seperti stagnasi politik dan ekonomi.

Prancis dan Aljazair terjebak dalam siklus di mana sejarah terus membayangi masa kini. Untuk mencapai rekonsiliasi yang langgeng, kedua negara perlu menghadapi masa lalu secara terbuka, mendefinisikan kembali kepentingan bersama, dan menghilangkan politik dari memori sejarah. Hanya dengan cara ini, kedua negara dapat membangun hubungan yang didasarkan pada kesetaraan, saling menghormati, dan takdir bersama.

library_books Middleeasteye