Seorang pemuda Palestina berusia 20 tahun, Musab Adili, meninggal dunia di Rumah Sakit Soroka di Beer Sheva, Israel, pada Kamis malam. Menurut laporan dari Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Otoritas Palestina, kematian Adili terjadi hanya tiga hari sebelum dia dijadwalkan bebas dari penjara.
Musab Adili berasal dari desa Osarin, dekat Nablus, yang terletak di Tepi Barat yang diduduki. Dia telah ditahan sejak 22 Maret 2024 dan sedang menjalani hukuman penjara selama 13 bulan. Namun, penyebab kematiannya masih belum jelas, terutama karena ada larangan kunjungan oleh pengacara yang diberlakukan oleh Layanan Penjara Israel.
Paman Musab, Luay Adili, menyatakan kepada Middle East Eye bahwa Musab telah ditahan di Penjara Megiddo selama masa penahanannya dan dipindahkan ke Penjara Naqab sekitar sebulan yang lalu. Luay juga mengungkapkan bahwa keluarga Musab tidak diberitahu tentang pemindahan ke rumah sakit dan tidak mengetahui adanya masalah kesehatan yang dialami oleh Musab.
Keluarga dan masyarakat Palestina sangat berduka atas kepergian Musab, yang tampaknya tidak mendapatkan perhatian medis yang memadai selama masa penahanannya. Kasus ini menambah daftar panjang isu kemanusiaan yang dihadapi oleh para tahanan Palestina di penjara Israel.
Palestina penjara Musab Adili meninggal Nablus