Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini menolak usulan dari Israel untuk menyerang Iran. Sebagai gantinya, Trump lebih memilih untuk membuka jalur negosiasi. Keputusan ini diungkapkan oleh pejabat pemerintah yang terlibat dalam diskusi tersebut.
Menurut laporan dari New York Times, terjadi perdebatan di dalam tim Trump mengenai cara terbaik untuk menghadapi Republik Islam Iran. Dalam diskusi tersebut, muncul perpecahan antara kelompok yang ingin mengambil tindakan keras terhadap Iran dan mereka yang lebih memilih pendekatan diplomatik. Akhirnya, tercapai kesepakatan sementara untuk tidak melakukan tindakan militer saat ini.
Pejabat Israel telah merencanakan serangan terhadap situs nuklir Iran pada bulan Mei dengan tujuan untuk menghambat ambisi nuklir Iran setidaknya selama satu tahun. Namun, serangan apapun dari Israel terhadap Iran memerlukan dukungan dari Amerika Serikat, dan hingga saat ini dukungan tersebut belum diberikan.
Minggu lalu, diplomat dari AS dan Iran menghadiri diskusi di Oman yang bertujuan mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran. Diskusi lebih lanjut dijadwalkan akan berlangsung di Italia pada hari Sabtu mendatang.
Pada tahun 2018, Trump menarik diri dari Perjanjian Komprehensif Bersama (JCPOA) yang ditandatangani oleh pendahulunya, Barack Obama. Perjanjian ini bertujuan untuk membatasi kemampuan nuklir Iran sebagai imbalan atas pengurangan sanksi. Setelah menarik diri, Trump menerapkan kebijakan sanksi yang sangat ketat terhadap negara tersebut.
Pertemuan antara kedua negara ini adalah yang pertama sejak upaya singkat di tahun 2021 di bawah mantan presiden Joe Biden.
Trump Israel Iran negosiasi serangan nuklir