Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah mengumumkan gencatan senjata sepihak untuk merayakan Paskah. Gencatan senjata ini akan dimulai pada tanggal 19 April 2025, pukul 18:00 waktu GMT, dan akan berlangsung hingga tengah malam pada hari Minggu, 21 April 2025.
Pengumuman ini disampaikan melalui saluran telegram resmi Kremlin. Dalam suasana konflik yang telah berlangsung cukup lama antara Rusia dan Ukraina, langkah ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk merayakan Paskah dengan damai.
Gencatan senjata ini adalah upaya untuk mengurangi ketegangan yang ada dan memberikan ruang bagi para warga sipil yang terdampak oleh perang. Paskah adalah hari besar dalam agama Kristen yang merayakan kebangkitan Yesus Kristus, dan banyak orang berharap agar hari suci ini dapat dirayakan tanpa adanya kekerasan.
Meskipun demikian, banyak pihak masih skeptis mengenai efektivitas gencatan senjata ini. Sebelumnya, beberapa gencatan senjata lainnya telah diumumkan tetapi tidak bertahan lama. Namun, dengan adanya pengumuman ini, warga berharap ada kesempatan untuk menghentikan sementara pertempuran.
Penting untuk dicatat bahwa gencatan senjata ini adalah keputusan sepihak dari Rusia. Oleh karena itu, bagaimana tanggapan dari pihak Ukraina dan komunitas internasional sangat dinantikan.
Selama periode ini, diharapkan bahwa semua pihak dapat menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi. Dengan semangat Paskah yang mengedepankan perdamaian, banyak yang berharap agar moment ini bisa menjadi titik awal bagi dialog dan penyelesaian konflik yang lebih luas di masa depan.
Putin gencatan senjata Ukraina Paskah perang