Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Doomscrolling: Bahaya bagi Kesehatan Otak

Menurut survei terbaru, rata-rata orang Amerika memeriksa ponsel mereka sebanyak 205 kali dalam sehari. Fenomena ini dikenal dengan sebutan doomscrolling, yaitu kebiasaan terus-menerus menggulir berita negatif di media sosial atau aplikasi berita.

Sebanyak 80% responden mengaku memeriksa ponsel mereka dalam waktu 10 menit setelah bangun tidur. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ponsel dalam kehidupan sehari-hari. Namun, 43% dari mereka juga menganggap diri mereka mengalami kecanduan ponsel.

Dr. Aditi Nerurkar, seorang dokter dari Harvard yang mengkhususkan diri dalam masalah stres, mengatakan bahwa kecanduan sejati terhadap ponsel adalah hal yang jarang terjadi. Meskipun demikian, banyak orang mengalami apa yang disebut sebagai "popcorn brain". Istilah ini diciptakan oleh peneliti dari University of Wisconsin, David Levy, untuk menggambarkan kondisi di mana otak menjadi terbiasa dengan rangsangan cepat dan informasi berlebih.

Doomscrolling bisa menyebabkan berbagai masalah, termasuk penurunan konsentrasi dan ketidakmampuan untuk fokus pada tugas-tugas sehari-hari. Dengan terus-menerus terpapar informasi negatif, otak kita dapat merasa kewalahan, yang pada gilirannya mempengaruhi kesehatan mental.

Penting bagi kita untuk menyadari dampak dari kebiasaan ini dan berusaha mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menggulir informasi yang tidak sehat. Mengatur waktu penggunaan ponsel dan mencari aktivitas alternatif dapat membantu menjaga kesehatan otak dan meningkatkan kualitas hidup.

Dengan demikian, kita perlu lebih bijak dalam menggunakan teknologi agar tidak terjebak dalam kebiasaan yang merugikan. Semoga informasi ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan kesehatan mental dan kesejahteraan kita.

library_books Fastcompany