Pada hari Karfreitag, umat Kristiani di seluruh dunia mengenang kematian Yesus Kristus di kayu salib. Di Jerusalem, ratusan orang dari berbagai aliran agama berjalan di sepanjang Via Dolorosa, mengunjungi 14 titik penting yang melambangkan perjalanan penderitaan Yesus dari saat ia dihukum hingga saat penyalibannya dan dimakamkan.
Di banyak tempat, para pengikut melakukan ritual dengan menyiksa diri menggunakan cambuk hingga berdarah. Ini mengingatkan kita pada penderitaan yang dialami Yesus, yang menurut Alkitab, harus menghadapi cambukan, pukulan, dan penghinaan sebelum ia disalibkan.
Di Filipina dan Selandia Baru, diadakan acara yang menampilkan penyaliban Yesus secara langsung, di mana beberapa orang rela dipaku di kayu salib, baik dengan paku maupun tanpa paku, sebagai bentuk penghormatan.
Sementara itu, di Roma, perayaan resmi berlangsung tanpa kehadiran Paus Fransiskus yang masih dalam keadaan sakit. Misa di Basilika Santo Petrus dan prosesi malam hari di Koloseum tetap diadakan, dengan ribuan peziarah hadir meskipun tanpa pemimpin tertinggi Gereja Katolik.
Bishop di Jerman juga mengambil momen ini untuk mengingatkan tantangan yang dihadapi oleh umat Kristiani di berbagai belahan dunia. Mereka menyerukan perlunya lebih banyak solidaritas dan mengutuk kebencian serta kekerasan yang masih ada dalam masyarakat.
Ostern adalah hari raya terpenting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Pada hari Karfreitag, mereka mengenang penyaliban Yesus, sementara pada hari Minggu Paskah, mereka merayakan kebangkitan-Nya dari kematian.
Karfreitag Yesus umat Kristiani peringatan tradisi