Berlin, Jerman - Sebelum koalisi pemerintahan antara partai Uni (CDU) dan Partai Sosial Demokrat (SPD) terbentuk secara resmi, perdebatan mengenai kemungkinan kembalinya wajib militer mencuat. Johann Wadephul, Wakil Fraksi CDU, telah menyatakan dukungannya untuk menghidupkan kembali wajib militer. Pernyataan ini berlawanan dengan sikap Lars Klingbeil, Ketua SPD, yang lebih memilih layanan sukarela.
Dalam sebuah pernyataan, Klingbeil mengatakan, "Kami harus meningkatkan daya tarik Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman). Saya yakin, dengan cara ini, kita akan menemukan cukup banyak relawan." Dia menekankan pentingnya memberikan insentif positif untuk menarik perhatian masyarakat terhadap militer.
Klingbeil memberikan contoh, seperti memberikan kesempatan untuk mendapatkan SIM secara gratis bagi mereka yang bergabung dengan militer. Dia menambahkan, "Tugas kita adalah menjadikan Bundeswehr sebagai pemberi kerja yang menarik, serta melengkapi para prajurit dengan peralatan modern dan memberikan penghargaan publik yang layak bagi mereka." Ini, menurutnya, akan memperkuat kemampuan pertahanan dari sebuah angkatan bersenjata sukarela.
Sebelumnya, partai Uni (CDU) menginginkan agar wajib militer dihidupkan kembali. Namun, di dalam SPD, saat ini sedang berlangsung pemungutan suara anggota mengenai koalisi yang akan berakhir pada 29 April. Sementara itu, CDU akan mengambil keputusan pada 28 April dalam sebuah kongres kecil, dan partai CSU sudah menyetujui kesepakatan koalisi tersebut.
Perdebatan ini menunjukkan perbedaan pandangan antara dua partai besar di Jerman mengenai bagaimana seharusnya struktur pertahanan negara di masa depan. Masyarakat menunggu keputusan akhir yang akan mempengaruhi kebijakan pertahanan negara.
#Bundeswehr #Wehrpflicht #Soldaten #CDU #SPD #tagesschau
Bundeswehr Wehrpflicht CDU SPD Jerman