Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik, mengucapkan selamat Paskah kepada umat Kristen yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Roma. Dalam kondisi kesehatan yang masih lemah, ia menyampaikan pesannya dengan suara yang pelan. Hal ini terlihat saat ia menggunakan kursi roda untuk menggerakkan dirinya di tengah kerumunan yang hadir untuk merayakan momen penting ini.
Pada hari Paskah, umat Kristen memperingati peristiwa penyaliban dan kebangkitan Yesus Kristus. Namun, tahun ini memiliki arti yang lebih khusus, karena Gereja Katolik telah menetapkan tahun 2025 sebagai Tahun Suci. Meskipun Paus Fransiskus seharusnya menjadi pusat perhatian dalam perayaan ini, ia tidak dapat memimpin misa besar dan acara tersebut dipimpin oleh Kardinal Angelo Comastri, mantan kepala Basilika Santo Petrus.
Paus Fransiskus yang berusia 88 tahun baru saja keluar dari rumah sakit Gemelli di Roma setelah dirawat lebih dari sebulan akibat pneumonia yang mengancam jiwa. Meskipun telah kembali ke rumah, dokter menyarankan agar ia tetap beristirahat dan tidak terlalu banyak beraktivitas. Dalam beberapa penampilan publik setelah keluar dari rumah sakit, Paus Fransiskus terlihat lemah dan kesulitan berbicara.
Pada malam sebelum Paskah, Paus terlihat di dalam basilika, menggunakan kursi roda dan menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Diperkirakan sekitar satu juta pengunjung, termasuk umat beriman dari seluruh dunia, hadir di Roma untuk merayakan Paskah tahun ini. Kehadiran Paus Fransiskus, meskipun dalam kondisi yang tidak optimal, tetap memberikan harapan dan semangat bagi banyak orang.
Paskah merupakan perayaan yang penting bagi umat Kristen di seluruh dunia, dan kehadiran Paus, meskipun terbatas, menjadi momen yang penuh makna bagi semua yang hadir di Vatikan.
Paus Fransiskus Paskah Vatikan kesehatan