Kardinal Stephen Chow dari Hong Kong akan berpartisipasi dalam konklaf yang akan memilih pengganti Paus Francis. Pertemuan rahasia ini diadakan di Kapel Sistina, di mana semua kardinal yang berusia di bawah 80 tahun berkumpul untuk memberikan suara bagi pemimpin baru Gereja Katolik Roma.
Konklaf biasanya dimulai 15 hingga 20 hari setelah kematian paus sebelumnya. Paus Francis, yang merupakan paus pertama dari Amerika Latin, meninggal dunia pada hari Senin Paskah dalam usia 88 tahun.
Selama konklaf, kardinal akan melakukan pemungutan suara secara tertutup untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Gereja Katolik selanjutnya. Proses ini sangat penting karena paus baru akan memimpin jutaan umat Katolik di seluruh dunia.
Kardinal Chow, yang dikenal luas di kalangan umat Katolik, diharapkan akan membawa perspektif dan suara dari Asia dalam pemilihan ini. Kehadiran beliau di konklaf menunjukkan pentingnya peran Asia dalam Gereja Katolik global.
Setelah pemilihan, publik akan menantikan pengumuman resmi mengenai siapa yang terpilih sebagai paus baru. Masyarakat di seluruh dunia berharap pemimpin baru ini dapat membawa perubahan dan kebaruan dalam Gereja Katolik.
Kardinal Stephen Chow Paus Francis konklaf Hong Kong