Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia mengumumkan kemerdekaannya. Hari itu bertepatan dengan bulan Ramadan, dan Soekarno, yang akrab dipanggil Bung Karno, mengalami kondisi kesehatan yang kurang baik. Ia terserang malaria yang membuat tubuhnya demam tinggi dan tidak bisa berpuasa meskipun sempat makan sahur sebelumnya.
Dokter pribadinya, Soeharto, mengambil tindakan cepat dengan membangunkan Bung Karno. Ia diberikan obat dan disuntik untuk mengatasi penyakitnya. Pada pukul 09.00, Bung Karno terbangun dengan kondisi yang lebih baik. Ia kemudian bersiap-siap untuk menghadapi momen bersejarah. Dengan mengenakan pakaian putih, Bung Karno keluar dari kamarnya dan melihat Bung Hatta yang sudah menunggu, bersama ratusan orang yang tidak sabar menunggu proklamasi.
Bung Karno dan Bung Hatta kemudian memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Momen ini sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia karena menandai awal perjuangan untuk meraih kebebasan dari penjajahan.
Namun, perjalanan hidup Bung Karno tidak selalu mulus. Ketika masih anak-anak, ia pernah mengalami malaria yang parah. Penyakit ini beberapa kali kambuh, termasuk saat ia diasingkan ke Ende, Flores, pada tahun 1933. Ketika itu, dokter menyatakan bahwa ajal Bung Karno hampir mendekat, yang membuat anggota Volksraad, Mohammad Husni Thamrin, mengajukan protes agar Bung Karno dipindahkan dari Ende untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Akhirnya, ia dipindahkan ke Bengkulu dan dibebaskan saat penjajahan Jepang tahun 1942.
Di era 1950-an, Indonesia kembali menghadapi wabah malaria. Menyadari bahaya penyakit ini, Bung Karno mengambil tindakan dengan membentuk Dinas Pembasmian Malaria. Pada tanggal 12 November 1959, ia turun langsung menyemprotkan racun pembasmi nyamuk penyebab malaria, yaitu Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT), di Desa Kalasan, Yogyakarta.
Kegiatan penyemprotan ini bukan hanya sekedar aksi, tetapi juga sebagai tanda dimulainya perang melawan malaria di Indonesia. Pemerintah melakukan penyemprotan di rumah-rumah penduduk di berbagai wilayah serta mengadakan sosialisasi besar-besaran tentang bahaya malaria dan cara pencegahannya.
Perjuangan Bung Karno melawan malaria menjadi bagian penting dalam sejarah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam meraih kemerdekaan tetapi juga menjaga kesehatan rakyatnya. #HariMalariaSedunia #BungKarno #PDIPerjuangan #MenangkanRakyat #SatyamEvaJayate #KebenaranPastiMenang #SolidBergerak
Bung Karno malaria proklamasi Indonesia sejarah