Ribuan umat Katolik berkumpul di Basilika St. Petrus untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus yang baru saja meninggal dunia. Antusiasme mereka terlihat dari antrean panjang yang mencapai ribuan orang, dan banyak yang rela menunggu berjam-jam hanya untuk melihat jenazah sang paus.
Paus Fransiskus dikenal karena penekanan pada keadilan sosial dan ekonomi, serta advokasi bagi migran. Namun, pendekatannya terhadap isu-isu kontroversial seperti homoseksualitas membuat sebagian umat Katolik merasa senang, sementara yang lainnya merasa tidak nyaman. Dengan wafatnya Paus Fransiskus, muncul pertanyaan besar di kalangan umat: "Arah apa yang harus diambil Gereja Katolik di bawah kepemimpinan paus selanjutnya?"
Sekitar 250.000 orang mengunjungi basilika dari hari Rabu sampai Jumat malam. Saat melihat jenazah Paus Fransiskus, suasana di dalam basilika terkadang haru, dengan beberapa umat terlihat menangis. Namun, ada juga momen-momen di mana orang-orang merayakan warisan dan kontribusi yang telah diberikan oleh paus kepada Gereja.
Jenazah Paus Fransiskus akan tetap berada di basilika hingga pemakamannya yang dijadwalkan pada hari Sabtu. Sementara itu, para kardinal yang berkumpul di Roma untuk mempersiapkan konklaf, yaitu pemilihan paus baru, sudah mulai berdiskusi tentang masa depan Gereja. Konklaf ini diperkirakan akan berlangsung pada awal bulan Mei.
Perdebatan mengenai arah Gereja juga terjadi di luar gedung-gedung marmer Vatikan, di jalanan batu yang ramai oleh umat Katolik yang peduli akan nasib Gereja mereka. Beberapa di antara mereka berpendapat bahwa Gereja harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, sementara yang lainnya ingin agar Gereja tetap memegang teguh identitas tradisionalnya.
Dengan tantangan besar di depan, pemimpin Gereja Katolik selanjutnya diharapkan dapat membawa perubahan yang positif bagi umat Katolik di seluruh dunia.
Gereja Katolik Paus Fransiskus konklaf umat Katolik