Yaroun, Lebanon – Seorang nenek berusia 70 tahun bernama Najwa Ghacham ditemukan tewas di rumahnya di desa Yaroun, Lebanon, dua bulan setelah berakhirnya perang di kawasan tersebut. Najwa dikenal sebagai sosok yang kuat, menolak untuk meninggalkan rumahnya meskipun terjadi serangan berat dan pertempuran di sekitarnya selama satu tahun tiga bulan.
Menurut laporan medis yang diterima oleh media, Najwa dibawa ke rumah sakit oleh Palang Merah Lebanon setelah "terpapar agresi Israel". Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga desa, termasuk tetangganya, Tahfa.
Tahfa mengungkapkan, "Berita tentang kematiannya seperti sambaran petir. Sangat sulit karena kami menunggu dia keluar dengan selamat dan menyampaikan salam kepada kami." Dia juga mempertanyakan alasan di balik serangan tersebut, mengingat Najwa tidak memiliki senjata dan tidak ada anggota perlawanan, seperti Hezbollah, di rumahnya. "Mengapa mereka membunuhnya di tengah rumahnya?" tanyanya.
Kematian Najwa mencerminkan ketegangan yang masih ada di Lebanon, di mana banyak warga sipil menjadi korban konflik yang berkepanjangan. Masyarakat di desa Yaroun merasa kehilangan dan sangat berduka atas kejadian yang menimpa salah satu warganya yang paling dihormati.
Kasus ini menjadi pengingat akan dampak tragis dari peperangan yang sering kali merenggut nyawa orang-orang yang tidak bersalah. Warga desa berharap agar keadilan dapat ditegakkan bagi Najwa dan keluarga yang ditinggalkannya.
Najwa Ghacham Lebanon tewas perang Israel