Lebih dari 500.000 orang di Gaza terpaksa mengungsi sejak Israel menghentikan gencatan senjata bulan lalu, menurut laporan dari UNRWA atau Badan PBB untuk Pengungsi Palestina. Pada hari Jumat, UNRWA mengonfirmasi bahwa serangkaian perintah pengusiran dari Israel telah membuat orang-orang Palestina hanya memiliki akses ke kurang dari sepertiga wilayah Jalur Gaza.
Wilayah yang tersisa saat ini dianggap "terfragmentasi, tidak aman, dan hampir tidak bisa dihuni," kata PBB. Pada hari yang sama, serangan udara Israel terjadi di al-Mawasi, sebuah area yang telah ditetapkan sebagai zona "aman" di kota Khan Younis, selatan Gaza, yang mengakibatkan tewasnya sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang.
Meskipun Israel menyebut al-Mawasi sebagai zona kemanusiaan, area ini telah berulang kali menjadi target serangan pasukan Israel selama konflik. Serangan tersebut menewaskan Ibrahim Abu Tema, istrinya Hanadi yang sedang hamil empat bulan, serta dua anak laki-laki dan seorang putri mereka, menurut kerabat mereka, Rami Abu Tema.
Rami menyatakan kebingungan mengenai penetapan zona aman oleh militer Israel, terutama di tengah serangan yang terus berlanjut terhadap warga sipil yang mencari perlindungan di sana. "Ini adalah pelanggaran. Bahkan anak-anak yang tidak bersalah menjadi target secara kejam," ujarnya.
UNRWA juga melaporkan bahwa para pengungsi Palestina di Jalur Gaza menghadapi risiko kesehatan lingkungan dan publik yang semakin meningkat. Mereka mengalami keterbatasan akses terhadap layanan penting, sanitasi yang buruk, dan penumpukan sampah yang menyebabkan penyebaran serangga, kutu, dan tikus.
Krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah akibat hampir totalnya penghentian pengiriman bantuan setelah Israel memberlakukan blokade total bulan lalu, yang telah dinyatakan akan tetap berlangsung. Menurut laporan dari outlet berita Israel, Walla, militer Israel dilaporkan tidak khawatir dengan kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza. Wilayah tersebut kini telah 53 hari tanpa menerima bantuan kemanusiaan sejak blokade diberlakukan.
Sumber-sumber dari Komando Selatan Israel, yang berbicara kepada Walla, memperkirakan bahwa "dalam dua minggu, akan terjadi krisis signifikan di Jalur Gaza terkait makanan, peralatan medis, dan obat-obatan."
Gaza pengungsi UNRWA Israel kemanusiaan