Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Risiko Penyakit Campak Meningkat di AS Akibat Penurunan Vaksinasi

Pada tahun-tahun terakhir, tingkat vaksinasi di kalangan anak-anak taman kanak-kanak di Amerika Serikat mengalami penurunan yang signifikan. Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Robert F. Kennedy Jr., berjanji untuk meninjau kembali jadwal vaksinasi anak. Situasi ini dapat mengakibatkan penyakit campak dan penyakit menular lainnya yang sebelumnya sudah dihilangkan, menjadi lebih umum.

Analisis terbaru yang diterbitkan oleh epidemiolog di Universitas Stanford mencoba untuk mengukur dampak tersebut. Dengan menggunakan model komputer, para peneliti menemukan bahwa jika tingkat vaksinasi di masing-masing negara bagian tetap seperti sekarang, penyakit campak dapat kembali muncul dan menjadi penyakit yang ada secara konsisten di Amerika Serikat dalam dua dekade ke depan. Dalam 83 persen simulasi yang dilakukan, hasil ini diprediksi akan terjadi.

Model tersebut memperkirakan bahwa jika tingkat vaksinasi tetap sama, Amerika Serikat dapat mengalami lebih dari 850.000 kasus campak, 170.000 rawat inap, dan 2.500 kematian dalam 25 tahun ke depan. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association.

Jeffrey Griffiths, seorang profesor kesehatan masyarakat dan kedokteran komunitas di Tufts University School of Medicine di Boston, yang tidak terlibat dalam studi tersebut, mengatakan, "Saya tidak melihat ini sebagai spekulasi. Ini adalah latihan pemodelan, tetapi berdasarkan angka-angka yang baik. Poin pentingnya adalah bahwa campak sangat mungkin menjadi endemik dengan cepat jika kita terus seperti ini."

Amerika Serikat mendeklarasikan campak sebagai penyakit yang dihilangkan pada tahun 2000 setelah puluhan tahun kampanye vaksinasi yang sukses. Penghilangan berarti tidak ada rantai penularan penyakit di dalam negara berlangsung lebih dari 12 bulan. Namun, wabah campak saat ini di Texas dapat membahayakan status tersebut. Dengan lebih dari 600 kasus, 64 rawat inap, dan dua kematian, ini adalah wabah terbesar yang dialami negara bagian tersebut sejak tahun 1992, ketika 990 kasus terkait dengan satu wabah tunggal. Secara nasional, AS telah mencatat 800 kasus campak pada tahun 2025 sejauh ini, jumlah tertinggi sejak 2019. Pada tahun lalu, terdapat 285 kasus.

Situasi ini mengingatkan kita akan pentingnya vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Tanpa vaksinasi yang cukup, kita bisa kembali melihat penyakit yang sudah lama kita anggap hilang.

library_books Wired