Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Paus Fransiskus Dimakamkan di Roma setelah Perpisahan Haru

Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik, telah dimakamkan di gereja Santa Maria Maggiore di Roma dalam sebuah upacara yang penuh emosi. Ini adalah perjalanan terakhirnya setelah puluhan ribu orang memberikan penghormatan terakhir kepada beliau.

Dalam upacara pemakaman yang berlangsung lebih dari dua jam di Lapangan Santo Petrus, Kardinal Giovanni Battista Re memimpin misa yang dihadiri oleh banyak orang. "Dia telah menyentuh hati banyak orang," ungkap Kardinal Re dalam khotbahnya.

Sekitar 250.000 orang, termasuk tamu negara, raja dan ratu, serta lebih dari 200 kardinal dan 4.000 tokoh gereja lainnya, berkumpul di sekitar basilika yang megah dan jalan-jalan sekitarnya. Sekitar pukul 5:30 pagi, orang-orang mulai memasuki Lapangan Santo Petrus, yang telah dipenuhi sebelum misa dimulai.

Kardinal Re menggambarkan Paus Fransiskus sebagai sosok dengan "kehangatan manusia yang besar dan sangat peka." Dalam khotbah yang emosional, ia menceritakan tentang dedikasi Fransiskus untuk membantu orang-orang miskin dan lemah, upayanya untuk menciptakan perdamaian, serta perjuangannya melawan ketidakadilan dan perang.

Setelah misa, peti mati Paus diletakkan di atas papamobil terbuka. Konvoi melaju melalui jalan-jalan yang telah ditutup, melintasi Sungai Tiber, dan menuju pusat bersejarah Roma, melewati Piazza Venezia, Forum Romanum, dan Koloseum, yang merupakan salah satu simbol terkenal kota tersebut. Dalam waktu kurang dari setengah jam, peti mati Paus tiba di gereja Santa Maria Maggiore, yang merupakan gereja favoritnya.

library_books Tagesschau