Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya untuk meningkatkan peran perempuan dalam industri pasar modal syariah di Indonesia. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya partisipasi investor perempuan di pasar modal.
Sampai dengan 22 April 2025, jumlah total investor di pasar modal Indonesia mencapai 16.021.179 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 37 persen adalah investor perempuan. Ini menunjukkan bahwa perempuan semakin aktif dalam berinvestasi di pasar modal.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa total aset yang dimiliki oleh investor perempuan mencapai lebih dari Rp500 triliun, yang merupakan lebih dari 30 persen dari total aset semua investor di pasar modal.
“Kami sangat menghargai peran perempuan dalam investasi, dan kami akan terus mendukung mereka agar lebih banyak lagi perempuan yang terlibat dalam pasar modal syariah,” ujar Jeffrey Hendrik pada acara yang berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025.
Dengan adanya perhatian khusus kepada investor perempuan, diharapkan pasar modal syariah nasional dapat berkembang lebih baik lagi. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
Oleh karena itu, PT Bursa Efek Indonesia akan terus melakukan berbagai program dan kegiatan untuk mendukung perempuan dalam berinvestasi di pasar modal. Ini termasuk edukasi dan pelatihan agar mereka lebih memahami dunia investasi dan dapat mengambil keputusan yang tepat.
Dengan upaya ini, diharapkan lebih banyak perempuan yang berani berinvestasi dan berkontribusi dalam perekonomian negara melalui pasar modal syariah.
BEI perempuan pasar modal syariah investor